Entri Populer

Jumat, 11 Februari 2011

SAMBUTAN GUBERNUR MALUKU UTARA

SAMBUTAN
GUBERNUR MALUKU UTARA

LEGU GAM DAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN
DAERAH MALUKU UTARA JELANG SAIL INDONESIA 2012
(Pengantar Pada Booklet Legu Gam 2011)

Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Tuhan YME karena dengan izin- NYA jualah semua rencana kita dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah – mudahan pengembangan kepariwisataan daerah Maluku yang di selenggarakan selama ini termasuk melalui Festival Legu Gam Moloku Kie Raha dapat berjalan sesuai dengan yang di rencanakan.
Provinsi Maluku dengan luas wilayah 145. 801,10, Kmterdiri atas 9 Kab / Kota secara geografis dan geopolitik mempunyai makna strategis sebagai daerah kepulauan, pesisir, dan kawasan perbatasan menjadi penting untuk di beri perhatian baik dalam pengawasan maupun dalam pengembangan dan peningkatan pembangunan di berbagai sector pembangunan.
Maluku Utara yang sebagai provinsi kepulauan dan perbatasan kaya akan kepemilikan potensi, baik sektor kelautan dan perikanan, pertambangan, kehutanan, dan kepariwisataan yang ke semua nya merupakan akumulasi potensi diharapkan dapat di kelola dan di kembangkan dengan maksimal guna menjawab pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan konservasi lingkungan (pro – poor, pro – job, pro – growth, and pro – environment).
Legu Gam sebagai salah satu strategi pengembangan kepariwisataan daerah Maluku yang di selenggarakan pada setiap tahunnya memiliki makna penting dan strategis sebagai daerah yang kaya akan potensi kepariwisataan dan memiliki kejayaan masa lalu yang terlupakan. “Spices of Islands” adalah salah satu motto kejayaan masa lalu. Maluku Utara yang kaya akan rempah – rempah (cengkeh dan pala) yang diperebutkan bangsa – bangsa Eropa maupun Asia Pasifik di tahun 1600 an. Kemudian Pulau Morotai dalam posisi sebagai kawasan perbatasan yang terletak di bibir Pasifik dan menjadi pusat pendaratan pasukan tentara Jepang dan sekutu pada PD II dalam melakukan expansi di wilayah RI saat itu. Bangsa – bangsa asing tersebut meninggalkan berbagai peninggalan sejarah, menjadi aset kepariwisataan yang bernilai jual dan berdaya saing tinggi dalam pengembangan kepariwisataan kedepan.
Yang tak terabaikan pula adalah unsur daya tarik wisata alam bahari yang sangat mempesona dengan keragaman dan kekhasan biota laut (terumbung karang dan jenis ikan hias) sehingga Maluku Utara dapat disebut juga dengan slogan “East Indonesia Paradise” adalah surga di timur Indonesia dan segaligus sebagai branding kepariwisataan Maluku Utara, dalam mendukung branding tersebut pengemasan produk unggulan dan sinergitas kerja lintas sektor terkait, menjadi komitmen bersama dalam pengembangan kepariwisataan kedepan
Kini Legu Gam kemudian menjadi penting guna peningkatan kerjasama lintas sektor dalam pengembangan kepariwisataan Maluku utara, dan lebih khusus yakni dalam rangka melaksanakan persiapan – persiapan, kegiatan – kegiatan prioritas guna mensukseska sail Indonesia 2012 di Pulau Morotai yang telah di canangkan langsung oleh Bapak Presiden RI Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk itu kami sangat mengaharapkan bahwa melalui Legu Gam 2011, pengembangan kepariwisataan yang melibatkan lintas sektor dan seluruh stakeholders dan insan pariwisata yang di selenggarakan saat ini dapat mendukung dan mensukseskan “Sail Indonesia 2012” di Pulau Morotai, sebagai Entry Point menuju Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Morotai. Selanjutnya posisi strategis Pulau Morotai juga sebagai gateway / pintu masuk Negara – Negara Asia Pasifik mengandung makna multi player effek dan positif impack dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi baik di internal Kab / Kota se Provinsi Maluku Utara maupun membuka pusat – pusat pertumbuhan baru secara hinter island diseluruh daerah – daerah bahkan Negara – Negara di kawasan Asia Pasifik.
Dalam konteks kebudayaan, “legu gam” bukan hanya sebuah perayaan seremonial belaka tetapi merupakan kegiatan dan karya kemanusiaan yang mengformulasikan kebudayaan dalam tradisi – (Legu Gam) melalui kegiatan-kegiatannya sebagai upaya melestarikan warisan kebudayaan bangsa di daerah Maluku Utara.

Sofifi, Februari 2011

GUBERNUR MALUKU UTARA

Ttd

Drs. H. Thaib Armaiyn

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar